id

Kreasi Lukisan Michael Tube, Narapidana Asal Jerman yang Mempesona

By  Mei 05, 2017 | 09:52
Michael Tube, Narapidana Asal Jerman saat menunjukan keterampilannya melukis.(Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang - Menjadi seorang narapidana bukan menjadi cita-cita bagi semua orang. Terkurung di dalam sebuah lingkup sempit dan tak bisa banyak bersosialisasi dengan masyarakat, mungkin merupakan bagian terburuknya. Terlebih, jika berada di negara asing yang tidak kita kenal.

 

mungkin hal itu yang sedang dirasakan, Michael Tube (54) narapidana asal Jerman yang sedang menjalani 20 tahun hukuman atas keterlibatanya dalam peredaran narkotika, meski begitu dirinya masih bersemangat untuk berkreasi dengan membuat lukisan tangan yang dijual pada saat Lapas mengikuti pameran di berbagai daerah. 

Dengan bahasa Inggris berlogat Jerman, Tube bersedia menceritakan kisahnya hingga sampai kedalam Lapas Kelas IA Tangerang.

"Saya kekurangan uang, saya hanya seorang perawat di sebuah rumah sakit di Jerman. Saya punya lima orang anak," ujarnya saat ditemui di Lapas Kelas IA Tangerang, Rabu (3/5/2017).

Meski coba bercanda dengan wartawan yang tengah bertanya-tanya berbagai pertanyaan padanya, raut wajah sesalnya tentu tak dapat disembunyikan. Dengan bibir bergetar dia menceritakan kisahnya hingga sampai ke Indonesia.

"Ada seorang perempuan yang menghubungi saya lewat skype, dia asal Afrika dan menawarkan saya pekerjaan dengan bayaran USS 4.500, tapi dia tidak menjelaskan apa yang harus saya lakukan, akhirnya saya menolak," ucapnya.

Sebulan kemudian, lanjut Tube, orang tersebut kembali menghubunginya. Berbagai kata-kata manispun diucap untuk membujuknya agar mau melakukan pekerjaan tersebut.

"Dia bilang 'kamu cuma kerja selama dua minggu, setelah itu kamu akan mendapatkan uang. Sebentar lagi Natal, ini waktu yang sangat tepat' sampai saya tertarik untuk melakukannya karena saya memang tidak punya uang untuk membelikan anak saya hadiah natal," ceritanya.

Saat itu, seseorang di skype pun memintanya untuk pergi ke Dakha, Bangladesh. Usai tiba, dirinya diminta menunggu selama lima hari hingga ada seseorang yang menjemputnya.

"Saat itu saya membawa tas jelek hingga akhirnya orang tersebut bilang 'tasmu sudah jelek, ganti saja dengan yang baru' akhirnya saya mau dan memang agak berat tapi saya lihat boarding passnya nama perusahaan terkenal dan terdapat tulisan Gold hingga saya pikir itu berisi emas," jelas Tube.

Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, dirinya langsung ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga hakim memvonis 20 tahun penjara. Dirinyapun tidak bisa mengelak, pasalnya barang bukti sabu ada didalam tas yang dibawanya.

"Saat dibuka, paket yang saya bawa berisi sabu dan saya kaget serta tidak tahu sama sekali, tapi ya saya sudah disini," tuturnya sambil tersenyum.

Saat ini, untuk menghilangkan rasa jenuh, ia hanya bisa menyalurkan hobi menggambarnya. crayon, pensil, dan kertas itu yang menemani hari-harinya di dalam penjara. Meski tetap ingin bebas, setidaknya waktunya tidak dihabiskan untuk menyesali keputusannya menerima tawaran pekerjaan dari orang tidak terkenal.

Saat Banten Hits melihat hasil lukisannya, dari puluhan hasil guratan tangannya, mayoritas adalah wanita dan anak-anak dengan ekspresi mendalam. Banyak dari lukisannya menggambarkan emosi seseorang.

"Saya senang melukis sesuatu yang menggambarkan ekspresi dan emosi, saya senang dengan harmony, harapan, dan semacamnya, saya juga suka menggambar binatang atau pemandangan, tapi lebih suka yang menggambarkan emosi," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai harapan akhir yang ingin dicapai mengingat usianya yang sudah lanjut saat keluar nanti, dirinya mengatakan hal yang mengejutkan. Pasalnya, dirinya baru menjalani dua tahun masa tahanan dari 20 tahun yang divonis hakim.

"Tujuan akhir dari semua orang adalah mati, karena saya sudah bungkuk saat nanti keluar. Tapi ya semua orang harus punya harapan. Saya juga sebenarnya sedang membuat sebuah klinik gratis untuk warga kurang mampu, tapi ya karena saya sudah disini untuk waktu yang lama, tidak ada lagi yang mengurusnya," tandasnya.

Tube berharap saat keluar nanti, anak-anaknya yang saat ini sudah tidak pernah berhubungan dengan dirinya lagi masih bisa mengakui dirinya sebagai Ayah. Mengingat, dirinya menerima pekerjaan yang tidak jelas tersebut karena ingin membelikan hadiah natal untuk anak-anaknya.

Dirinya selalu percaya dengan adanya keajaiban. Ia yakin Tuhan pasti memiliki rencana indah untuk dirinya dilain waktu.

"Saya percaya Tuhan dan Tuhan selalu memberi harapan, saya percaya Tuhan tidak akan membiarkan saya menderita," ujarnya.

Kini, meskipun terkurung didalam tempat asing, pria yang selalu tersenyum itu mengaku lebih baik saat dapat melakukan hobinya, yakni menggambar. Terlebih, banyak warga binaan Lapas lain dan petugas lapas yang menghargainya dan memperlakukannya sama.

Cerita pilunya hingga sampai kedalam Lapas mungkin sudah tidak berguna saat ini, pasalnya, vonis sudah dijatuhkan dan barang bukti sabu ada padanya. Namun, sedikit cerita ini dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang.(Zie)

Maya Aulia A

Perempuan supel kelahiran Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang ini memiliki talenta mengajar sesuai bidang kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta. Bergabung di Banten Hits adalah karir perdananya di bidang jurnalistik.