id

Bujang dan Mojang Karinding; Pasak-pasak Budaya Sunda

By  Okt 31, 2017 | 13:55
Anggota Bujang dan Mojang Karinding (Jangkar) dalam sebuah pementasan.(Banten Hits/ Yogi Triandono)

 

Musik karinding mengalun di tepi Cisadane. Sabtu (28/10/2017) siang itu cuaca sedikit mendung. Riak-riak air sesekali memantulkan kilau. Di panggung kecil, anak-anak seusia 5-11 tahun larut dalam alunan karinding yang mereka mainkan.

Mereka adalah anggota jangkar, yakni bujang dan mojang karinding. Mereka tumbuh di era milenal, namun sadar akan pentingnya pelestarian budaya lokal. 

"Anak muda masa kini bisa menjadi pasak untuk perkembangan seni budaya lokal yang ada," terang Fajar, sang pembina Jangkar.

Karinding merupakan alat musik khas Sunda. Awalnya karinding biasa digunakan petani untuk mengusir sepi. Hingga saat ini musik karinding masih tetap eksis meski terkikis globalisasi.  

Komunitas kecil ini beranggotakan 17 orang. Meski jumlahnya kecil, namun di pundak para mojang dan bujang karinding ini tersimpan harapan besar; karinding akan tetap lestari.

"Tujuan adanya jangkar adalah untuk pelestarian seni karinding itu sendiri," tambah Fajar.

Fajar menjelaskan, di era modern ini generasi penerus bangsa perlu diberi bekal tentang pengetahuan seni budaya negeri ini. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak milenial tidak melupakan seni tradisi lokal yang saat ini tergerus oleh globalisasi.

"Saya ingin anak-anak Indonesia tidak meninggalkan seni tradisi negrinya sendiri," jelasnya.

Menurut Fajar, anak-anak zaman sekarang cukup antusias dengan seni budaya lokal yang ada. Dengan pemahaman dan sosialisasi yang tepat, anak muda masa kini bisa menjadi pasak untuk perkembangan seni budaya lokal yang ada.

"Kalau yang saya lihat, minat anak-anak untuk mengenal tradisi lokal sangat besar. Tinggal kita menyosialisasikannya, dan cara pendekatan terhadap anak-anak. Kita harus bisa masuk ke dunianya anak anak," ucapnya.

Nah, bagi Anda yang ingin anak-anaknya bergabung dengan komunitas Jangkar, Anda bisa datang ke basecamp Jangkar yang terletak di Kampung Rawacana, RT 03/03, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Kesempatan bergabung terbuka lebar buat mereka yang berminat melestarikan musik karinding.(Rus)

 

Yogi Triandono

Pria asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang ini memulai karir jurnalistik di Banten Hits. Dia menekuni dunia jurnalistik sesuai disiplin ilmu yang diperoleh semasa kuliah di Universitas Budi Luhur. Yogi juga memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia seni dan sastra.

Ayoo Berlangganan Berita Kami