id

Warga Baduy Minta Pemerintah Jaga Kelestarian Alam

By  Apr 30, 2017 | 02:40
Menjaga kelestarian alam merupakan pesan warga Baduy kepada Pemerintah Provinsi Banten saat seba. (Banten Hits/ Mahyadi)

Serang - Seba merupakan tradisi yang secara turun temurun dilakukan warga Suku Baduy yang menetap di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Ribuan warga Baduy dalam dan luar berduyun-duyun menuju pendopo pemerintahan Kabupaten Lebak dan Pemprov Banten untuk bertemu dengan "Bapak dan Ibu Gede".

Selain membawa hasil bumi untuk diserahkan sebagai bentuk terima kasih, ada pula pesan dan harapan warga Baduy kepada pemerintah daerah yang disampaikan saat seba.

Dihadapan Pj Gubernur Banten Nata Irawan dan jajaran Pemprov Banten di pendopo lama, Sabtu (29/4/2017) malam, Kepala Desa Kanekes (Jaro Pamarentah) Jaro Saijah menyampaikan pesan puun (pimpinan adat tertinggi) agar menjaga kelestarian alam untuk keberlangsungan manusia lebih baik.

"Jaga dan rawat Gunung Karang, Saijah, Pulosari, Ujung Kulon, Saingiang Sirah, Kembang. Gunung-gunung itu yang dari dulu kami titipkan," kata Saijah.

Saijah mengingatkan, jika gunung dan hutan itu sengaja dirusak pasti ada akibat yang akan ditimbulkan.

"Rusak itu karena memang rusak itu ada pertimbangan, kalau dirusak berarti ada masalah dan akan ada akibatnya," kata Saijah.

Dari jumlah warga Baduy saat ini, 50 persen diantaranya yang masih belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kekosongan blanko jadi penyebab terhambatnya warga Baduy mendapat kartu identitas tersebut.

Begitu juga dengan permintaan agar Sunda Wiwitan dimasukkan ke dalam kolom agama di KTP.

"Masih belum ada tanggapan. Masyarakat Baduy berharap, karena banyak dibicarakat bahwa Baduy tidak punya agama," ucapnya.(Nda)

Ayoo Berlangganan Berita Kami