id

Tradisi Ceng Beng Diselanggarakan di Tangerang

By  Apr 04, 2017 | 20:17
Masyarakat Berebut Makanan di Festival Ceng Beng.(Banten Hits/Yogi Triandono)

Tangerang - Puluhan umat Buddha dan Konghucu berebut makanan yang telah didoakan usai upacara Ceng Beng di kawasan pemakaman tanah gocap, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Selasa (4/4/2017). Upacara makam ini bertujuan untuk mendoakan makam para leluhur tionghoa khususnya Buddha dan Konghucu.

Festival tradisional Tionghoa yang dilaksanakan pada hari ke-104 setelah titik balik Matahari di musim dingin (atau hari ke-15 pada hari persamaan panjang siang dan malam di musim semi), pada umumnya dirayakan pada tanggal 5 April atau 4 April pada tahun kabisat.

Damasri, salah satu pengurus acara mengatakan, berbagai hidangan berjejer di meja, mulai dari lauk pauk, buah-buahan, rokok, dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk dipersembahkan para leluhur di alam baka.

"Makanan, minuman, rokok, dan lain sebagainya dihidangkan untuk para leluhur," ujarnya.

Selain makanan, umat Buddha dan Konghucu juga membakar kertas, pakaian dan suteng. Hal ini, bermakna pembekalan kepada para leluhur dialam sana.

"Selain makanan ada juga kertas yang dimaknakan uang, pakaian dan ada juga suteng untuk pembekalan para leluhur kita," Tambah Damasari

Yang menarik disini adalah warga sekitar menunggu upacara memperebutkan makanan yang dihidangkan penyelenggara.

"Usai persembahyangan masyarakat berebut makanan yang ada di meja. Hari ini malah upacara belum selesai yang diatas meja udah jadi rebutan," tutup Damasari.(Zie)

Yogi Triandono

Pria asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang ini memulai karir jurnalistik di Banten Hits. Dia menekuni dunia jurnalistik sesuai disiplin ilmu yang diperoleh semasa kuliah di Universitas Budi Luhur. Yogi juga memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia seni dan sastra.

Ayoo Berlangganan Berita Kami




Hotel Murah Di Solo