id

Ketika Biola Berbaur dengan Dolanan Anak Desa

By  Okt 29, 2017 | 11:01
Mini konser "Ayo Dolanan" yang digelar Komunitas Biola Tangerang di Desa Tanjung Burung.(Banten Hits/ Yogi Triandono)

Anak-anak Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/10/2017) siang terlihat riang bukan kepalang. Mereka bisa bermain sepuasnya berbagai macam mainan tradisi, seperti egrang, gasing, hingga congklak.

Yang menarik, berbagai dolanan anak desa ini disediakan Komunitas Biola Tangerang dalam mini konser bertajuk "Ayo Dolanan" yang berlokasi di Jalan Muara Sungai Cisadane, RT 11/06, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Dalam acara ini digelar workshop, pameran, pentas musik, bazar dan kegiatan lainnya yang diikuti berbagai komunitas yang ada di Tangerang. 

Agnes Konstanti selaku Pengurus KBT mengatakan, kegiatan perdana dari komunitas tersebut bertujuan untuk memperkenalkan biola lebih dekat kepada masyarakat. Dengan mendekatkan biola kepada masyarakat, diharapkan dapat menghapus stigma yang ada dalam alat musik khas Eropa ini.

"Kegiatan ini dilakukan agar image dari biola yang tadinya mahal, ekslusif dan merupakan musik kalangan atas harus pelan pelan kita kikis karena menurut kami musik itu hak semua orang," ujarnya.

Dalam acara ini digelar juga berbagai pameran kebudayaan seperti seni budaya khas Sunda, makanan daerah hingga permainan daerah. Anak-anak hingga orang dewasa amat menikmati permainan daerah yang telah disediakan.

Agnes berharap, melalui pergelaran ini masyarakat lebih interaktif dan komunikatif mengenal budaya Indonesia yang ada.

"Karena zaman sekarang kan kita identik sama gadget, ketika kita kembali ke permainan tradisional ternyata mereka juga antusias sama permainan itu, selain itu komunikasi secara langsung antar sesama itu penting karena kalau kita terjebak sama gadget kan otomatis kita jadi ga peka," jelas Agnes.

Selain itu, Agnes juga ingin mengajak masyarakat untuk sadar akan identitas. Menurutnya, meski biola yang dimainkan merupakan alat musik dari barat, Agnes dan kawan-kawan tetap kukuh memperkenalkan indentitasnya sebagai warga negara Indonesia.

"Walaupun alat musik yang kita bawa dari Eropa tapi ketika kita mainkan di indonesia kita harus bawa identitas," jelas Agnes.(Rus)

 

Yogi Triandono

Pria asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang ini memulai karir jurnalistik di Banten Hits. Dia menekuni dunia jurnalistik sesuai disiplin ilmu yang diperoleh semasa kuliah di Universitas Budi Luhur. Yogi juga memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia seni dan sastra.