PUISI

Kau kah itu yang mengetuk-ngetuk daun pintu waktuku Lepas tengah malam saat segala harapan diterbangkan ke langitMu
Seraya menengadahkan tanganKomat-kamit permintaan tercurah dengan raut pasrah

Nusantara

Mei 29, 2016
Tanah retak-retak ini Tempatku diejek matahari
Merindumu Seperti Pagi dalam temaram, seperti Pagi dalam keheningan, seperti Pagi dalam lelap karyawan, merindukan Matahari.
Aku kiraManusia sekarang sama giladengan Manusia di ZamanmuPak Iljas
Ketika sang birokrat sibuk mengejar pidato di atas mimbar yang terhormat, mereka sajikan semua janji-janji semu, untuk ibu pertiwi. Terlalu banyak orang naik ke atas mimbar ini, terlalu banyak janji…

Ayoo Berlangganan Berita Kami