Fariz Abdullah

Lebak - Dua ribuan lebih masyarakat suku Baduy, Jumat (28/4/2017) akan menjalani ritual tahunan seba. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyiapkan sejumlah kegiatan agar tradisi tersebut menjadi lebih berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Lebak - Berbagai kegiatan digelar Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) untuk memperingati hari jadinya ke-18, pada 2 Mei 2017 mendatang.

Lebak - Kematian Ayu Oktaviani, mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro Rangkasbitung masih menyimpan misteri. Sudah sebulan lebih, Polres Lebak belum mampu mengungkap penyebab pasti tewasnya mahasiswi yang mayatnya mengapung di Sungai Ciujung, Lebak, Jumat (24/3/2017) lalu.

Lebak - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta jajarannya di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala sekolah, guru dan siswa untuk menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari.

Lebak - Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi meresmikan Madjid Baitturahman, Kampung Lebakwaru, Desa Cimarga, Kecamatan Cimarga, Rabu (26/4/2017). Peresmian Masjid tersebut berbarengan dengan peringatan Isra Miraj warga setempat. 

Lebak - Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung tengah mempersiapkan berbagai keperluan deklarasi Ikatan Mahasiswa Olahraga (Imori) Komisariat Provinsi Banten, Jumat (28/4/2017).

Lebak - Warga Kampung Kapugeran, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dihebohkan dengan rusaknya makam Monika Br Sarum, salah seorang warga keturunan Tionghoa, Rabu (26/4/2017) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bagian gundukan makam yang sudah tiga tahun tersebut sudah dalam keadaan bolong. Tak jauh, ada sebuah pacul dan senter serta kaos yang berlumuran lumpur diduga milik pelaku. Diduga, pelaku membongkar makam untuk mencari harta yang ikut dikubur. Pasalnya, tidak ada bagian dari rangka tulang yang hilang.

Nanang Setyandi, tokoh pemuda setempat mengatakan, penjaga makam melaporkan adanya makam milik warga keturunan yang meninggal sekitar tiga tahun lalu itu sudah dalam keadaan bolong. Besar kemungkinan berdasarkan pengakuan penjaga makam, sekira Selasa malam kemarin, sekitar pukul 21.00 WIB ada seorang tak dikenal yang mencurigakan mengajak ngobrol penjaga makam, padahal saat itu sedang hujan lebat.  

“Sepertinya kejadiannya semalam, soalnya ada orang tak dikenal mengajak ngobrol penjaga makam. Saat itu memang hujan sangat lebat, jadi besar kemungkinan para pelaku pembongkaran kuburan disaat hujan lebat,” kata Nanang kepada wartawan, Rabu (26/4/2017).

Hal senada juga di katakan Ano, penjaga makam. Ani menuturkan, sekira pukul 21.00 WIB, ada seseorang tak dikenal mengajaknya ngobrol. Tak ada sedikitpun kecurigaan Ano kepada orag tersebut.

“Saat itu emang hujan lebat, jadi saya fikir orang itu sengaja berteduh. Anehnya saat itu tidak terdengar suara apapun, padahal jarak antara kuburan dengan pos dekat banget,” ungkap Ano.

Sementara itu, Kapolsek Kota Rangkasbitung, AKP Tomi Hadi mengaku belum tahu adanya pembongkaran makam milik warga keturunan. Namun, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, dia mengaku segera menurunkan personelnya untuk melihat situasi dilokasi kejadian.

“Belum ada informasi yang masuk kepada kami, tapi saya akan perintahkan jajaran untuk melihat ke lokasi. Saya menyarankan agar warga segera melaporkan kejadian ini kepada kami,” tandasnya.(Zie) 

Lebak - Ruas Jalan Tajur-Pasirmalati, di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak rusak parah. Kerusakan di jalur lintas Sampay-Rangkasbitung tersebut sudah berlangsung lama. Namun hingga kini tak kunjung diperbaiki.