id

Walantaka dan Taktakan Kota Serang Masuk Wilayah Rawan Politik Uang

By  Des 17, 2016 | 06:41
Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono (tengah) bersama komisioner KPU Kota Serang Fierly (kiri) saat diskusi dengan Pokja Wartawan Kota Serang.(Banten Hits/ Mahyadi)

 

Banten Hits - Panitia Pengawasl Pemilu (Panwaslu) Kota Serang menyebutkan, berdasarkan indeks kerawanan Pemilu saat pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres), dua wilayah di Kota Serang rawan terjadinya politik uang.

Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono saat ditemui setelah acara forum group discussion (FGD) bersama Pokja Wartawan Kota Serang di Sekretariat KPU Kota Serang, Jumat (15/12/2016) mengatakan, Panwaslu Kota Serang masih merekapitulasi titik-titik  pemungutan suara (TPS) yang dianggap memiliki indeks kerawanan Pemilu yang tinggi.

"Yang paling rawan itu pada money politics. Dari pengalaman yang sudah, TPS yang rawan itu salah satunya di Kecamatan Walantaka dan Kecamatan Taktakan juga ada. Tapi pada dasarnya tiap-tiap kecamatan juga ada," katanya.

"Nanti rekapitulasi dari PPL masuk ke Panwascam, dari Panwascam baru masuk ke kami, Panwaslu Kota. Ini datanya lagi di rekap, minggu ini harus sudah masuk," sambungnya.

Sementara Komisioner KPU Kota Serang Fierly mengaku, pihaknya belum bisa mengungkapkan TPS yang rawan akan pelanggaran dan money Politik di Kota Serang untuk pilgub 2017, lantaran belum menerima data yang valid dari Panwaslu Kota Serang.

Namun dari pihak internal KPU Kota Serang sudah melakukan evaluasi dan kajian yang menyatakan tiga kecamatan di kota serang rawan pelanggaran dan Money politik cukup tinggi.

"Data indeks kerawanan belum ada data dari Panwaslu, tapi dari internal pernah melakukan evaluasi dan kajian kita melihat Kecamatan Serang, Kecamatan Walantaka dan Kecamatan Kasemen, dalam pantauan kita itu indeks kerawanan pada TPS cukup tinggi," ucapnya.(Rus)