id

Diduga Ada Kecurangan, Saksi Rano-Embay Dilarang Tandatangani Hasil Rekapitulasi Suara

By  Feb 17, 2017 | 20:11
Rano Karno-Embay Mulya Syarief (Dok.Banten Hits)

Lebak - Saksi pasangan calon gubernur Banten nomor urut dua Rano Karno-Embay Mulya Syarief dilarang menandatangi rekapitulasi penghitungan suara di masing masing Kecamatan. Pasalnya Tim pasangan Rano-Embay menuding suara dari tingkat TPS sampai tingkat Kecamatan (PPK)  hampir di seluruh Kecamatan mengalami pengurangan. Bahkan jumlahnya diperkirakan 3000-4000 suara hilang.

Ketua bidang Advokasi dan Hukum pada Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP Provinsi Banten Asep Saefudin mengatakan, pelarangan penandatanganan hasil rekapitulasi suara tersebut sebagai aksi penolakan akibat adanya indikasi hilangnya suara milik pasangan nonor urut dua.

“Kami menolak hasil rekapitulasi penghitungan suara di berbagai Kecamatan, dan menghimbau kepada seluruh PAC agar memberikan instruksi kepada parasaksi untuk tidak menandatangani hasil rekapitulasi di setiap Kecamatan,”kata Asep yang didampingi beberapa pengurus PAC PDIP Lebak dan ketua bidang Advokasi dan Hukum BSPN Lebak, Djojo Jayamiharja kepada awak media, Jumat(17/2/2017).

Menurutnya, indikasi adanya kecurangan dalam bentuk berkurangnya suara, berdasarkan laporan saksi raihan suara  setiap di masing masing TPS tidak sama dengan hasil suara yang terdapat tingkat Kecamatan. hal tersebut menimbulkan kecurigaan adanya kecurangan secara sistematis.

Padahal, dari TPS sekitar 1817 di seluruh Kabupaten Lebak, hanya pasangan nomor urut dua  lah yang menempatkan seluruh saksinya di setiap TPS, sedangkan paslon lawan tidak menempatkan saksi.

Contoh kongkrit kata Asep, di 12 TPS di Baduy, hampir seluruh saksi dari nomor urut 2 hadir, dan setelah pengghitungan suara selesai, para saksi tersebut melaporkan jika di seluruh TPS Baduy, paslon nomor urut duamenang sekitar 70 persen. Akan tetapi, hitungan raihan suara ditempat itu sangat beda ketika sudah sampai di tingkat Kecamatan.

“Kita menempatkan seluruh saksi di 1817 TPS yang ada di Kabupaten Lebak, sedangkan paslon lain tidak menempatkan semuanya. Jadi hitungan kita lebih matang perihal raihan suara disetiap wilayah. Namun, hasil hitungan kami malah berkurang setelah sampai ke tingkat Kecamatan," jelasnya.

Seharusnya, kata Asep, raihan suara nomor urut dua  Lebak bisa mencapai 70 persen. Akan tetapi, karena terindikasi adanya kecurangan dalam penghitungan suara, maka raihan suara paslon 2 di Lebak hanya sekitar 58 sampai dengan 60 persen saja.  Dugaan adanya kecurangan hasil penghitungan suara di Lebak kata Asep terindikasi terjadi di Kecamatan Warungggunung, Wanasalam, Bayah, Lebak Gedong, Cilograng.

”Lebak itu lumbung suara nomor urut dua, target kita estimasinya 70 persen. Akan tetapi, karena di duga adanya kecurangan, maka target tersebut tidak tercapai,” katanya.

Sementara itu ketua PPK Warunggunung, Dana Ismayana, membantah jika hasil raihan suara di Kecamatan Warunggunung terdapat kecurangan. Kata dia, hasil suara dari masing masing TPS sudah tercatat sesuai dengan hasil laporan dari TPS yaitu sebanyak 23.110 suara.

Bahkan adanya indikasi pengurangan suara tersebut sangatlah tidak   benar, lantaran jangankan dikurangi, tingkat partisipasi masyarakat saja rendah, mengingat dari jumlah keseluruhan suara sebanyak 41.177 yang datang ke TPS dan memberikan hak suaranya sebanyak 23.110.

“Kita bekerja sesuai dengan tugas yang telah ditentukan, jadi tidak dibenarkan jika di Kecamatan warunggunung terdapat kecurangan dalam penggitungan suara,” kata Dana.(Ep)

 

Ayoo Berlangganan Berita Kami




Lazada Indonesia