id

Embay: Kita Menghadapi Kekuatan yang Terlatih Memanipulasi Penghitungan

By  Feb 17, 2017 | 09:19
Cawagub Banten nomor urut dua, Embay Mulya Syarief (Dok.Banten Hits)

Tangerang - Dua lembaga survei yang melakukan hitung cepat dalam Pilgub Banten 2017, Indikator Politik Indonesia dan Indo Barometer tak bisa memprediksi pasangan yang menjadi pemenang, menyusul selisih perolehan suara kedua kandidat berada dalam margin of error hitung cepat.

 

BACA JUGA: Indo Barometer: Quick Count Pilgub Banten Dimungkinkan Berbeda dengan Real Count KPU

Pimpinan dua lembaga survei tersebut menyarankan kedua kandidat menunggu penghitungan resmi yang dilakukan KPU Banten.

Menanggapi hasil hitung cepat yang dirilis Indikator dan Indo Barometer, Rano dan Embay bersepakat untuk menghormati penghitungan suara yang tengah berlangsung di KPU Banten.

"Kami tidak ingin mendahului karena kami menghormati institusi formal penyelenggara pemilu. Kami juga menghormati lembaga-lembaga penyelenggara quick count yang tidak bisa memberikan kesimpulan apapun terkait pemenang pilkada Banten tahun ini. Proses yang dijalankan Indikator dan Indo Barometer itu pasti sudah memenuhi kaidah dan metodologi ilmiah bila akhirnya tak bisa menghasilkan prediksi apapun," kata Rano di hadapan para wartawan yang hadir di kediaman pribadinya.

Rano dan Embay menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh warga Banten yang telah memberikan kepercayaan. Dalam kesempatan itu Embay juga mengajak kepada seluruh kader partai dan relawan untuk mengawal rekapitulasi yang tengah berlangsung. 

"Kita harus antisipasi berbagai potensi kecurangan yang terjadi. Kita menghadapi kekuatan yang terlatih untuk memanipulasi hasil perhitungan," terang Embay di hadapan wartawan.

Embay juga meminta aparat penegak hukum untuk segera menumpas dan menindaklanjuti berbagai temuan dan indikasi kecurangan yang terjadi sebelum hari pencoblosan. 

'Embay menyebut beberapa kasus yang perlu mendapat perhatian seperti money politic di Lebak dan Cisauk, Tangerang; penggerebekan di Ciruas, Serang; potensi penggelembungan suara di Kota Tangerang; terbukanya 15 kotak suara Desa Babakan Asem, Teluk Naga; hingga mobilisasi yang dilakukan oleh sejumlah oknum pegawai yang bekerja di Kantor Pemerintahan Kabupaten Serang.

"Kekuasaan yang berakhlaq karimah itu adalah kekuasaan yang lahir dari kehendak dan itikad tulus untuk mengabdi. Tidak boleh menghalalkan segala cara, tidak sepatutnya melakukan kecurangan," tutup Embay.

Sebelumnya, Wahidin Halim yang unggul dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei dalam siaran live TV One, Rabu (15/2/2017) petang, mengajak seluruh relawan, saksi, dan tim pemenangan pasangan WH-Andika mengawal proses penghitungan suara yang sedang dilakukan di KPU.

WH juga menyebutkan, pihaknya sudah menerima laporan ada indikasi mengintervensi KPU terkait hasil Pilgub Banten 2017.

"(Sudah diinstruksikan) para saksi dan tim pemenangan di lapangan malam ini untuk mengawasi jalannya pelaporan dan proses rapat-rapat dan sidang KPU," kata WH.

BACA JUGA: WH Sebut Ada Upaya Mengintervensi Hasil Pilgub Banten di KPU

Sehari setelah pelaksanaan Pilgub Banten 2017, KPU Kota Cilegon merampungkan real count yang menempatkan pasangan Rano-Embay sebagai pemenang dengan raihan 57,63 persen.(Rus)

Darussalam J. S

Memulai karir jurnalistik pada tahun 2003 di harian Fajar Banten (sekarang Kabar Banten, grup Pikiran Rakyat). Pernah bekerja di Global TV selama 2005-2013 dan di Info TV selama setahun. Darussalam juga pernah menerbitkan buku jurnalistik berjudul, "Korupsi Kebebasan, Kebebasan Terkorupsi". Kemudian dia mendirikan situs berita Banten Hits, 11 Februari 2013.