Metropolitan

Wawan Harus Jelaskan Asal-usul Kekayaan

Written by Riani on . Posted in Metropolitan

Banten Hits.com- Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, pengusaha yang merupakan suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel Airin Rachmi Diany, sekaligus adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, jika dilihat dari profil perusahaan miliknya bukanlah seorang pengusaha besar.

Namun, kepemilikan sejumlah mobil mewah yang diketahui berada di dalam garasi rumah Wawan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan, menunjukan sesuatu yang aneh. Untuk itu, Wawan harus menjelaskan asal-usul kepemilikan mobil mewah itu.

“TCW bukan merupakan sosok pengusaha yang besar, atau memiliki perusahaan yang besar. Isterinya hanya seorang wali kota. Jika dilihat dari hartanya tersebut, perlu ada pembuktian terbalik yang dilakukan TCW terhadap harta-hartanya yang ada selama ini,” ungkapnya.

Danang mengatakan, ICW kaget dengan kepemilikan mobil mewah yang dimiliki adik gubenur Banten ini. Bahkan kata Danang, pengusaha atau keluarga konglomerat pun belum tentu punya kepemilikan mobil-mobil mewah seperti itu.

Danang menambahkan, kalau dilihat dari profil perusahaanya terlihat aneh, karena bukan merupakan perusahaan skala besar. Namun mempunyai aset sebesar itu, ini merupakan indikasi pencucian uang untuk menyembunyikan sesuatu.

Lanjutnya, jika KPK menggunakan TPPU atau (Tindak Pidana Pencucian Uang) TCW harus menjelaskan asal dari harta kekayaan yang dimilikinya selama ini. dengan dilakukannya TPPU akan ada kebohongan yang akan dilakukan TCW dalam menjelaskan sumber dari harta kekayaan yang dimilikinya ini.

“Akan ada kebohongan selanjutnya, jika dilakukan TPPU dalam kasus ini, bahkan istrinya (Walikota Tangsel-red) perlu diperiksa untuk menjelaskan harta kekayaan yang dimilikinya, karena sebagian mobil-mobil mewah yang dimiliki TCW atas nama Airin,” ungkapnya.

Perusahaan milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, pengusaha yang merupakan suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, juga adik kandung Gubernur Banten diketahui merupakan perusahaan yang selalu mengerjakan proyek-proyek besar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten.

Dalam APBD Banten 2012, empat proyek yang dikerjakan PT Buana Wardana Utama (BWU) disebut massa pendemo dari jaringan pemuda peduli pembangunan Banten (JP3B), Rabu (18/9/2013) lalu, bermasalah dan merugikan keuangan negara.

Tb Delly Suhendar, kordinator aksi JP3B menyebutkan empat proyek PT BWU yang bermasalah adalah pembangunan Jalan Tanjung Lesung - Sumur TA 2012 senilai  Rp 19,519 milyar pada Dinas Binamarga dan Tata Ruang Provinsi Banten. Sebagaimana temuan BPK RI kerugian diduga mencapai hingga Rp 6,072 milyar.

Proyek lainnya yaitu, pembangunan Irigasi Cihara Rp 19,400 milyar pada Dinas Sumberdaya Air dan Pemukiman (SDAP) Provinsi Banten yang hingga kini hanya dikerjakan 10 persen atau tidak selesai fisiknya.

Selain itu, pengadaan alat kedokteran poliklinik penunjang Rumah Sakit Rujukan Rp 12,015 milyar yang juga dikerjakan oleh PT Buana Wardana Utama, kembali menjadi temuan LHP BPK karena diduga tidak lengkap, beda spesifikasi, serta diduga terdapat keterlambatan pengiriman.

"Bahkan pada kegiatan paket normalisasi Sungai Cilemer dengan nilai Rp 24 milyar diduga terjadi penipuan yang dilakukan LPSE dengan PT Buana Wardana Utama, sesuai rilis PT Dee Murni Pratama pada 28 April 2013 yang juga sebagai korban," ujar Delly Suhendar.

PT Buana Wardana Utama menurut Tb Delly, harus membuat fakta integritas dengan masyarakat Banten yang berjanji akan melakukan pekerjaan secara profesional dan bekerja dengan ketentuan tanpa adanya unsur KKN.

Untuk memenangkan tender proyek di Provinsi Banten, PT BWU menurut Delly, mengajak staff LPSE berkomplot. Saat proses lelang berlangsung tim yang dibekingi perusahaan PT BWU membuat pengumuman bahwa sistem LPSE sedang ada perbaikan nasional. Seluruh sistem LPSE mati.

"Nah saat mati itulah, PT Buana Wardana Utama memasukan dokumen lelang; sehingga kemudian ditetapkan sebagai pemenang,"tuturnya.

Delly juga mendesak, PT Buana Wardana Utama segera mengembalikan kerugian keuangan negara, dan meminta maaf kepada masyarakat Banten atas ketidak profesionalan dalam pelaksanaan pekerjaan yang dibiayai uang rakyat.

PT Buwana Wardana Utama, perusahaan rekanan Pemda Provinsi Banten yang beberapa hari lalu didemo jaringan pemuda peduli pembangunan Banten (JP3B), disebut-sebut sebagai milik adik kandung Tb Chaeri Wardana yang dikenal dengan sebutan Wawan.(Baca juga: PT BWU Disebut Milik Adik Gubernur Atut)

Rabu (18/9/2013) Forpek mendemo PT Buana Wardana Utama, sebuah perusahaan yang diduga milik Tb Chaeri Wardana, adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Dalam aksi itu, massa Forpek menamakan diri jaringan pemuda peduli pembangunan Banten (JP3B).

Para pengunjuk rasa menuding perusahaan milik Tb Chaeri Wardana itu telah berkomplot dengan pemerintah daerah memonopoli hampir seluruh proyek yang bersumber dari APBD Banten dan APBN.(Baca juga: Sebelum Diserang Forpek Demo PT BWU)
     
Seperti diberitakan, sekelompok orang yang mengendarai sedikitnya 20 sepeda motor dan empat mobil, Jumat (20/9/2013) sekira jam 15.14 WIB, melakukan penyerangan dan perusakan terhadap sekretariat ormas forum pembela kebenaran (Forpek) di Jalan Jayadiningrat, Kampung Kaloran Pena, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Lontar, Kabupaten Serang.

Menurut Sekjen Forpek Tb. Delly Suhendar yang saat kejadian sedang berada di sekretariat Forpek, para penyerang melempari kaca sekretariat hingga pecah. Mereka juga mematahkan plang papan nama sekretariat Forpek.(Baca juga: Sekretariat Ormas Forpek Dirusak)

"Saya lagi di kamar mandi. Mendengar kegaduhan saya ke ruangan kantor yang berada di bagian depan sekretariat untuk melihat. Ternyata sekelompok orang sedang menyerang sekretariat. Melempari kaca dan mematahkan plang," kata Tb Delly.(Rus)

 

Share