Metropolitan

Polisi Tangkap Tujuh Pelaku Kerusuhan Pilkades Pondok Jaya

Written by Ahmad Ramzy on . Posted in Metropolitan

Banten Hits.com - Kepolisian Kota Tangerang menangkap tujuh orang pelaku kerusuhan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Minggu lalu (30/06).

Ketujuh pelaku masing-masing, HM alias Donal (41), SO alias Erik (37), JT (61), MMH (58), AG (61), MN (40) dan AS (44).

Dari tangan para pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, kotak suara yang sudah terbakar, surat suara yang terbakar, 9 buah batu, 4 buah kayu dan 3 buah bambu.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Siswo Yuwono mengatakan, aksi perusakan disertai pembakaran kotak suara dalam Pilkades Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan dipicu karena massa pendukung salah satu calon tidak puas dengan hasil pilkades yang digelar pada Minggu lalu.

"Massa pendukung calon kepala desa dengan nomor urut 3, Husen bin Inan tidak puas  karena menduga ada warga luar Desa Pondok Jaya ikut mencoblos," ujarnya.

Para pelaku dijerat pasal 170 dan pasal 187 tentang pengeroyokan dan pembakaran dengan ancaman hukuman 17 tahun penjara.

Hingga kini, pihak Polresta Tangerang masih mendalami kasus perusakan dan pembakaran yang diduga ada unsur bayaran atau murni simpatisan.

Kompol Siswo Yuwono juga menghimbau kepada para simpatisan calon kepala desa agar tidak anarkis dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.

"Kami mengimbau kepada para pendukung tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis atau tindakan yang sifatnya melawan hukum. Apa pun alasannya kami akan melakukan penegakan hukum dengan baik terkait dengan kerusuhan pilkades," imbaunya.

Seperti diberitakan, kantor Desa Pondok Jaya dan kantor Kecamatan Sepatan dirusak oleh massa salah satu pendukung calon kepala desa, Minggu malam (30/06). Selain merusak dua kantor instansi milik pemerintah itu, massa juga membakar kotak suara hasil pilkades di desa tersebut.

Pengrusakan terjadi lantaran ratusan massa salah satu pendukung kades tidak terima dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang ditengarai sarat kecurangan. (Ramzy)



 

Share