id

Rencana Relokasi SMPN 1 Kosambi Dapat Penolakan Warga

By  Des 07, 2017 | 17:07
Petisi penolakan relokasi SMPN 1 Kosambi.(Banten Hits/Yogi Triandono)

Tangerang - Kejadian kebakaran pabrik kembang api beberapa waktu lalu di Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang berimbas pada sebuah sekolah, yakni SMP Negeri 1 Kosambi yang baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Tangerang akan merelokasikan sekolah tersebut.

 

Sekolah yang berdiri sejak 1985 akan direlokasi lantaran, letak sekolah yang berada di kawasan perindustrian bahkan, saat terjadinya ledakan pabrik petasan, sekolah tersebut terimbas akan percikan api dan abu mercon dari pabrik yang hanya berjarak 30 meter tersebut.

BACA JUGA : Dekat dengan Pergudangan, Pemkab Tangerang akan Relokasi SMPN 1 Kosambi

Namun, niat Pemerintah Daerah akan relokasi nyatanya ditolak oleh para penghuni SMPN 1 Kosambi, baik para guru, murid, orang tua murid ataupun alumni.

"Saya sebagai alumni menolak relokasi karena, dari info yang ada, sekolah kami ini tak jelas akan direlokasi kemana. Seharusnya, apabila sudah ada pembicaraan, tentunya sudah terarah kemana sekolah kami ini akan dipindahkan. Seharusnya industri saja yang ditutup karena sekolah kami ini lebih dulu berdiri dan dulunya gudang industri tersebut adalah sawah," ungkap Ade, salah seorang alumn, Kamis (7/12/2017).

Ketua Komite SMPN 1 Kosambi, Aspuri mengatakan, penolakan tersebut ditandai dengan adanya pengumpulan tanda tangan dan KTP (Kartu Tanpa Penduduk) yang nantinya akan diberikan pada Dewan Pendidikan dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

"Kita buat petisi dengan tanda tangan dan pengumpulan KTP, kita gak mau direlokasi karena, lokasinya tidak jelas. Jadi, sebelum SK Bupati turun terkait relokasi kami ingin relokasi jelas baik dari desain bangunan, pertanggung jawaban bangunan dan juga lokasi," ungkapnya.

Selain itu, enggannya pihak sekolah direlokasi mengingat, adanya zonasi penerimaan siswa baru.

"Kalau dipindahkan, kami tidak mau jauh ataupun keluar dari wilayah zonasi (Desa Belimbing, Salembaran dan Jati Mulya) karena kasihan warga disini kalau sekolah ke SMP negeri akan susah. Disini banyak swasta dan kasihan kalau swasta biaya sekolah besar," pungkasnya.(Zie)

Yogi Triandono

Pria asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang ini memulai karir jurnalistik di Banten Hits. Dia menekuni dunia jurnalistik sesuai disiplin ilmu yang diperoleh semasa kuliah di Universitas Budi Luhur. Yogi juga memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia seni dan sastra.