id

Pamit Beli Kain ke Tanah Abang, Nanik Rasmani Tak Kunjung Pulang

By  Nov 29, 2017 | 10:14
Widya Ninggar Mahayani menunjukkan foto ibunya, Nanik Rismani yang hilang.(Banten Hits/ Maya Aulia Apriliani)

 

Tangerang - Nanik Rasmani (59) warga Jalan Delima, Blok C III/76, Perumahan Kunciran Mas Permai, Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang dilaporkan hilang ke Polsek Cipondoh sejak Minggu (26/11/2017). 

Nanik tidak kunjung pulang usai berpamitan kepada sang anak pergi ke Tanah Abang membeli kain untuk baju pengajiannya.

"Sekitar jam setengah 9 pagi, saya mau ada rencana mau ke Tangerang, terus ibu saya tiba-tiba bilang mau bareng katanya mau ke Tanah Abang. Oh yaudah sekalian aja," ujar Widya Ninggar Mahayani, anak kedua Nanik, Selasa (28/11/2017). 

Karena berbeda tujuan, Widya dan sang ibunda berpisah di Rest Area Karang Tengah. Widya menaiki bus jurusan Tangerang sementara sang ibunda menaiki bus Primajasa jurusan Kampung Rambutan.

"Ibu saya itu memang sudah biasa pergi ke Tanah Abang sendirian. Dia memang suka jalan-jalan sendiri, makanya saya enggak ada pikiran macam-macam waktu ibu pergi sendiri," ujarnya. 

Sejak perpisahan di Karang Tengah itulah Widya dan keluarga yang lain tak lagi mendapat kabar dari ibunya yang sudah lanjut usia itu. Alat komunikasi yang dibawanya pun tak dapat dihubungi. 

"Memang ibu saya itu HP-nya susah nge-charge katanya, jadi pas dihubungi enggak bisa. Makanya saya takutnya dia mau hubungi saya bingung gimana," ujarnya. 

Berbagai upaya pun telah ia lakukan seperti melaporkan hilangnya sang bunda kepada Polsek Cipondoh juga mengecek rekaman CCTV di Rest Area Karang Tengah.

"Saya udah cek CCTV di rest area Karang Tengah memang benar ibu saya naik bus Primajasa, cuma enggak tau lagi abis itu ke mana," ujarnya. 

Widya mengatakan ibunya tidak pernah mengeluh maupun ada masalah sebelum kepergiannya. Ia hanya sesekali mengeluh lelah ingin dipijat. 

"Ibu engga ada masalah apa-apa dirumah, sebelum berangkat dia sempat nyiapin makan buat cucunya, cuma ngeluh cape aja mau dipijat, engga ada omongan apa-apa lagi," ujarnya. 

Berbagai kabar pun selalu dianggap penting oleh dirinya. Nenek dua cucu itu pun diketahui menyayangi keluarganya, terlebih cucunya. 

"Kemarin sempat ada kerabat bilang ditelepon sama ibu tapi pake nomer enggak dikenal, katanya dia di Pekalongan. Cuma pas saya telepon lagi nomernya udah enggak aktif. Cuma saya engga percaya kalau itu ibu, karena ibu engga bisa ganti-ganti kartu gitu," ujarnya. 

 

Untuk mencari keberadaan ibunya, Widya bahkan mengaku sempat menggunakan jasa paranormal. Hasilnya, sang ibunda disebut ada di wilayah Puri Beta, Ciledug. 

"Yah cuma kan kalau (hasil penerawangan) itu mah susah ya (ditelusurinya), kita enggak tau di mananya. Cuma kakak saya terus cari di mana pun kemungkinannya," ujarnya. 

Widya berharap, sang ibunda dapat segera diketemukan lantaran usianya yang sudah lanjut. 

"Semoga cepet ketemu. Ibu kan udah tua ya, makannya juga susah. Udah tiga hari hilang saya khawatir makannya gimana, tidur nya di mana," ujarnya sambil meneteskan air mata.(Rus)

Maya Aulia A

Perempuan supel kelahiran Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang ini memiliki talenta mengajar sesuai bidang kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta. Bergabung di Banten Hits adalah karir perdananya di bidang jurnalistik.