id

Ini Perlakuan Ketua RT dan RW terhadap Pasangan Diarak Bugil di Cikupa

By  Nov 14, 2017 | 18:14
Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif saat ditemui di lokasi persekusi sepasang kekasi.(Banten Hits/Ahmad Ramdzy)

Tangerang - Penyidik Satreskrim Polresta Tangerang sudah mengamankan enam pelaku penganiayaan terhadap pasangan kekasih yang diarak bugil. Dua pelaku terakhir yang ditetapkan tersangka adalah I dan S.

Polisi juga mengamankan ketua RT setempat berinisial T yang diduga sebagai provokator dan mobilisasi warga untuk melakukan tindakan anarkistis.

BACA JUGA : Korban Penganiayaan yang Ditelanjangi di Cikupa Alami Trauma

Dalam kejadian tersebut, saat kedua korban keluar, T selaku ketua RT setempat langsung menarik kerah baju dari RN dan memintanya mengaku, apakah keduanya melakukan hubungam suami istri ataupun tidak.

Sejoli itu dipaksa mengaku berbuat mesum meskipun sebenarnya tidak. Mereka bahkan diarak warga, pakaiannya dilucuti. Bahkan, ironisnya T mempersilakan warga untuk memfoto dan merekam, serta dijadikan bahan tontonan para warga.

"Bilang jangan main hakim sendiri, tapi dia (Ketua RT) juga memukuli korban. Bahkan T mempersilakan warga untuk memfoto dan merekam keduanya, " ujar Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (14/11/2017).

BACA JUGA : Ini Alasan Ketua RT dan RW Jadi Tersangka Penganiayaan Pasangan yang Diarak Bugil

Kemudian setelah menarik keluar dan menganiaya korban, T melucuti pakaian dari MA yang disaksikan masyarakat. 

"Tak hanya ketua RT, kami juga amankan ketua RW yang juga melakukan penganiayaan itu saat warga membawa kedua korban ke rumahnya," tuturnya.

Untuk diketahui, sebuah video main hakim sendiri seketika menyebar viral di facebook. Dalam video itu terlihat dua sejoli yang tengah dipukuli oleh sekelompok warga. Berdasarkan sejumlah percakapan yang ada di video, kedua sejoli itu merupakan pasangan mesum yang tertangkap warga di  wilayah Cikupa Kabupaten Tangerang pada sabtu (11/11/2017).(Zie)

Yogi Triandono

Pria asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang ini memulai karir jurnalistik di Banten Hits. Dia menekuni dunia jurnalistik sesuai disiplin ilmu yang diperoleh semasa kuliah di Universitas Budi Luhur. Yogi juga memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia seni dan sastra.