id

Mahasiswi La Tansa Mashiro Diduga Dibunuh, Kuasa Hukum Kantongi Saksi Kunci

By  Mei 13, 2017 | 14:43
Akhmad Hakiki Hakim. (Foto: Facebook/ Hakiki Hakim)

Lebak - Tim khusus Polres Lebak masih mendalami kasus kematian Ayu Octaviani mahasiswi Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro yang tewas karena diduga dibunuh.

 

Selain kembali meminta keterangan sejumlah saksi, polisi juga memeriksa rekaman tiga CCTV yang ada di ruang mesin ATM kampus tempat Ayu menempuh pendidikan sebagai calon bidan. Sebelum mayatnya ditemukan warga mengapung di Sungai Ciujung Lebak, Jumat (24/3/2017) lalu. Ayu sempat keluar dari asrama pada Rabu (22/3) malam.

Keterangan security kampus kepada polisi, Ayu memang keluar dan meminta izin untuk menuju salah satu ruang ATM. Dari sana lah, Ayu tak kunjung kembali ke dalam kampus hingga kemudian warga menemukan jasadnya mengapung di sungai.

Beredar informasi, bahwa Ayu tak hanya menuju ruang ATM. Informasi yang juga didapat pihak keluarga selang beberapa hari Ayu tewas menyebut bahwa Ayu bertemu dengan seseorang.

Saat dikonfirmasi Banten Hits, Sabtu (13/5/2017), kuasa hukum keluarga Ayu dari LBH Partisan Siliwangi Akhmad Hakiki Hakim mengaku sudah mempunyai saksi kunci yang saat itu melihat Ayu bertemu dengan seseorang.

"Ya, kita (LBH) temukan. Nanti, setelah saksi ini sudah siap barulah kita serahkan ke polisi untuk dimintai keterangannya. Karena kita harus upayakan menjaga dampak tidak baik terhadap saksi ini," kata Hakiki.

Hakiki mengatakan, meski sudah mengikhlaskan kematian Ayu, namun pihak keluarga terutama orangtua Ayu berharap jika kasus kematian mahasiswi semester IV tersebut segera terungkap, terutama setelah muncul dugaan Ayu dibunuh.

"Alhamdulillah keluarga dalam kondisi sehat dan sudah menyadari musibah ini. Tetapim keluarga selalu berharap agar polisi bisa mengungkap kasus ini," jelasnya.(Nda)