id

Gandeng Alfamart, Forum Kajian Wartawan Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam di Lebak

By  Feb 16, 2017 | 14:09
Ketua Forkawal didampingi pegawai Alfamart saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabayadi Kantor BPBD Lebak (Banten Hits/Fariz Abdullah)

Lebak - Banjir dan longsor melanda Kabupaten Lebak. Tak hanya ribuan rumah warga, banjir juga merendam ratusan hektar sawah dan merusak infrastruktur serta sarana pendidikan.

Bantuan kepada korban bencana datang dari sejumlah pihak, mulai dari  pemerintah daerah, elemen mahasiswa, komunitas. Bahkan bantuan juga datang dari Forum Kajian Wartawan Harian Lebak (Forkawal).

Ketua Forkawal , Deden Kurniawan mengatakan bantuan kepada ribuan korban bencana adalah bentuk kepedulian para awak media, meskpun Forkawal sendiri menggandeng pihak ke III yakni Alfamart.

"Kita kerjasama dengan Alfamart menyalurkan baju layak pakai, sembako dan logistik lainnya,"kata Deden di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kamis (16/2/2017).

Menurutnya, saat ini Kabupaten Lebak merupakan daeah siaga bencana, atas dasar itu awak media di Lebak bergerak menggalang bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat yang jelas membutuhkan bantuan. 

"Kita berharap bantuan yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat untuk korban bencana," harapnya.

Sementara Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, pasca bencana banjir dan longsor  yang melanda daerahnya banyak bantuan yang diterimanya mulai dari mahasiswa , Instansi pemerintah, perusahaan swasta  yang menyalurkan kepeduliannya.

"Kita bersyukur masih banyak yang peduli kepada kabupaten Lebak karena memang jelas kita butuh uluran tangan semua pihak sebab hingga saat ini kita masih memikirkan cara untuk mengevakuasi dan mengatasi korban bencana paska banjir dan longsor," kata Iti yang langsung menerima bantuan tersebut. 

Iti menyebutkan, data terakhir akibat bencana terebut sebanyak  2.316 rumah warga terendam banjir dan rusak,  8 jembatan rusak,  5 sekolah rusak dan  1.969 Hektare sawah yang terancam gagal panen yang tersebar di 22 kecamatan yang ada di Lebak. 

"Kita masih himpun data kerugian setelah kita data barulah kita pikirkan bantuan dari pemerintah perbaikan infrastruktur ataupun yang lainnya, jelas ini perlu penanganan semua pihak," tandasnya.(EP)

 

Ayoo Berlangganan Berita Kami




PAJAK TANGSEL