id

10 Rumah Warga di Bojongmanik Pandeglang Terbawa Longsor

By  Feb 15, 2017 | 21:17
Rumah warga di Desa Bojong Manik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang terancam longsor. Hal ini dinilai karena lambannya proyek pengendalian banjir yang dilakukan DSDAP Banten (Istimewa)

Pandeglang -  Setelah banjir melanda disejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Kamis (9/2/2017). Ribuan rumah terendam air dengan ketinggian bervariasi. Tak sedikit warga yang mengungsi ke rumah tetangga, kerabat dan posko pengungsian.

 

Kabupaten yang dipimpin Irna Tanto bencana kembali menimpa warganya, Rabu (15/2/2017) selain 40 rumah di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, rusak diterjang puting beliung.

BACA JUGA: Puluhan Rumah di Pandeglang Rusak Diterjang Puting Beliung

Saat bersamaan bencana juga menimpa terhadap 10 rumah warga di Kampung  Cikupaen, Desa Bojong Manik, Kecamatan Sindangresmi terbawa longsor yang berada di pinggiran sungai Ciliman. 

"Kejadinya longsornya sekitar pukul 01:00 WIB sungai Ciliman pas air sungai lagi surut. Saat kejadian warga tengah beristirahat di rumah masing-masing. Alhamdulilah gak ada korban jiwa," kata Kepala Desa Bojongmanik Sukri saat dihubungi melalui telpon seluler kepada Banten Hits.

BACA JUGA: Desa Bojongmanik Pandeglang Terisolir, Korban Banjir Butuh Perahu Karet

Sukri menjelaskan, longsornya bibir sungai Ciliman selain pasca banjir melanda desanya juga diakibatkan mengkraknya proyek pengendalian banjir di Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (DSDAP) Provinsi Banten pada 2016. Namun, akibat kejadian tersebut, menurutnya tidak mengganggu proses jalanya pelaksanaan pemilihan gubernur Banten.

"Akibat mangkraknya proyek pengendalian banjir yang sampai saat ini tidak ada kejelasan," jelasnya.

Jika tak segera ditangani pemerintah Provinsi Banten, puluhan rumah warga yang berada dipinggir sungai Ciliman selalu diselimuti keresahan dari terancam longsor.

"Kalau tidak segera ditangani sekitar 45 rumah terancam longsor. Kita juga berharap kepada pemerintah ada perhatianya kepada warga yang terkena longsor," pintanya. 

Sebelum musibah tersebut terjadi, upaya warga Kampung Cikupaen, Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Selasa (27/12/2016), sempat mendatangi Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) Banten.

Kedatangan warga bersama Kepala Desa Bojongmanik, Sukri untuk meminta pertanggungjawaban DSDAP Banten terkait proyek pengendalian banjir yang hingga kini tak kunjung diselesaikan.

BACA JUGA: Warga Bojongmanik Minta Tanggung Jawab DSDAP Banten soal Proyek Pengendali Banjir

"Ya, kita minta kejelasan dan tanggung jawab DSDAP," kata Sukri saat dihubungi Banten Hits.(EP)

Saepulloh

Pria kelahiran Serang ini besar dalam gemblengan PMII. Semasa kuliah dulu, Aep--nama panggilannya--pernah menjabat Ketua Rayon PAI, Pengurus Komisariat PMII 2012, dan Pengurus Cabang PMII Pandeglang 2014. Dia memulai karir jurnalistik di Banten Hits.

Ayoo Berlangganan Berita Kami




PAJAK TANGSEL