id

Isu Jual Beli Jabatan Mencuat, Tanto: Saya Dengar, Harus Didalami Lagi

By  Jan 10, 2017 | 09:17
Tanto Warsono Arban saat memberikan sambutan dalam sebuah acara. (Dok. Kominfo Setda Kabupaten Pandeglang)

Banten Hits - Mutasi besar-besaran untuk mengisi Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) baru di lingkungan Pemkab Pandeglang dilakukan Bupati Irna Narulita. Tercatat, pada pejabat eselon II dan III, Irna memutasi 227 orang, Sementara pada tingkat eselon II, sebanyak 879 orang.

 

BACA JUGA: Angkat Guru SMPN 2 Labuan Jadi Kabid, Irna Dinilai Tak Serius Pimpin Pandeglang

Irna memastikan, pada masa kepemimpinannya tak ada pejabat yang dinonjobkan. Namun, dua jabatan kepala dinas (kadis) yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pertanian (Distan) dikosongkan untuk dilelang.

BACA JUGA: Irna Akan Lelang Dua Jabatan Kepala Dinas

Pasca mutasi, kini mencuat tentang maraknya isu jual beli pejabat. Bahkan, kabar ini sudah sampai ke telinga Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban.

"Saya sudah dengar dan ini harus didalami lagi. Tapi, sudah saya sampaikan kepada ibu (Irna-red), kapolres dan Kajari," ungkap Tanto, Senin (9/1/2017).

Melihat kasus jual beli jabatan di Kabupaten Klaten, Tanto berpendapat bukan tidak mungkin praktik yang sama juga terjadi di Pandeglang.

"Mudah-mudahan isu yang beredar tidak benar. Tapi kalau dari hasil pendalaman kita temukan, ya kita laporkan," jelas Tanto.

Terpisah, Irna mengingatkan kepada seluruh jajarannya agar tak melakukan praktik tersebut.

"Tida perlu jual beli. Bapak ibu bekerja saja, dan yang menilai itu kami," imbuhnya.(Nda)

Saepulloh

Pria kelahiran Serang ini besar dalam gemblengan PMII. Semasa kuliah dulu, Aep--nama panggilannya--pernah menjabat Ketua Rayon PAI, Pengurus Komisariat PMII 2012, dan Pengurus Cabang PMII Pandeglang 2014. Dia memulai karir jurnalistik di Banten Hits.

Ayoo Berlangganan Berita Kami