id

Hasil Korupsi Disamarkan lewat Andika dan Airin, ICW: Usut Tuntas!

By  Jan 07, 2017 | 07:24
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat menjadi saksi dalam sidang korupsi alkes yang dilakukan anak buahnya di Pemkot Tangsel bersama suaminya, Tb. Chaeri Wardana.(Dok.Banten Hits)

 

Banten Hits - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi bukti dan informasi dugaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melakukan penyamaran aset hasil tindak pidana korupsi melalui sejumlah keluarga besar Ratu Atut Chosiyah.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penyamaran aset dilakukan Wawan melalui keluarga yang sebagian besar merupakan penyelenggara negara, seperti isterinya, Airin Rachmi Diany yang menjabat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel); kakak kandungnya yang menjabat Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah; serta keponakannya anggota DPR RI Andika Hazrumy yang kini tengah maju menjadi calon wakil gubernur Banten.

BACA JUGA: KPK Kantongi Bukti Penyamaran Aset Hasil Korupsi lewat Andika dan Airin

Terkait temua KPK ini, Indonesia Corruption Wacth (ICW) mendukung langkah KPK untuk terus menelusuri kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Wawan. 

Koordinator ICW Ade Irawan kepada wartawan, Kamis (5/1/2017) mengatakan, dalam kasus pencucian uang, penyamaran biasanya jadi satu dari beberapa fase pencucian uang. Untuk itu, kata Ade, penting bagi KPK untuk terus mengungkap assetnya berada dimana dan siapa saja yang ikut menikmati. 

"KPK harus mengusut tuntas pencucian uang Wawan ini," tegas Ade.

Ade menambahkan, jika bicara korupsi, apalagi dilakukan oleh pejabat publik yang memiliki kekuasaan politik dinasti, bukan cuma bicara soal kerugian negara. Namun, lebih parah lagi korupsi yang dilakukan oleh keluarga Atut, jelas merugikan warga Banten. 

"Korupsi jelas merugikan warga negara. Dalam kasus Wawan, tentu saja merugikan warga Banten," tegas Ade. 

ICW menilai,  KPK sudah sepantasnya mengembangkan lebih jauh kasus TPPU Wawan, karena sudah terlihat siapa saja yang dijadikan perantara aliran uang. Kemudian aliran uang dalam bentuk apa saja, tinggal bagaimana KPK dengan sigap mengembangkan kasusnya.

“Kenapa keluarga Atut maju terus di Pilkada Banten? Karena akses terhadap sumber daya akan lebih mudah ketika berkuasa. Apalagi keluarga Atut kan keluarga pengusaha,” ujarnya.(Rus)

Darussalam J. S

Memulai karir jurnalistik pada tahun 2003 di harian Fajar Banten (sekarang Kabar Banten, grup Pikiran Rakyat). Pernah bekerja di Global TV selama 2005-2013 dan di Info TV selama setahun. Darussalam juga pernah menerbitkan buku jurnalistik berjudul, "Korupsi Kebebasan, Kebebasan Terkorupsi". Kemudian dia mendirikan situs berita Banten Hits, 11 Februari 2013.

Ayoo Berlangganan Berita Kami