id

KPK Kantongi Bukti Penyamaran Aset Hasil Korupsi lewat Andika dan Airin

By  Jan 05, 2017 | 22:26
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany bersama suaminya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam sebuah koleksi foto milik Rumah Makan Famili Sakato Citra Raya.

Banten Hits - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi bukti dan informasi dugaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melakukan penyamaran aset hasil tindak pidana korupsi melalui sejumlah keluarga besar Ratu Atut Chosiyah.

"Beberapa layer harus kita teliti dan pastikan ada indikasi uang dari hasil kejahatan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah seperti dilansir beritasatu.com, Kamis (5/1/2017).

Menurut Febri, penyamaran aset dilakukan Wawan melalui keluarga yang sebagian besar merupakan penyelenggara negara, seperti isterinya, Airin Rachmi Diany yang menjabat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel); kakak kandungnya yang menjabat Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah; serta keponakannya anggota DPR RI Andika Hazrumy yang kini tengah maju menjadi calon wakil gubernur Banten.

Terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Wawan, KPK memeriksa empat orang swasta dan satu notaris, yakni Lioe Seng Tjin (swasta), H. Epi Surya (swasta), Siti Halimah alias Iim (swasta), Untung, SH., M. KN (notaris) dan Yayah Rodiah (swasta).

"Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus TPPU TCW," ujar Febri.

Lembaga antirasuah itu terus mendalami bukti dan informasi dugaan penyamaran dari hasil tindak pidana korupsi tersebut.

Dalam kasus TPPU, Wawan disangka KPK melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Wawan juga disangka melanggar Pasal 3 Ayat (1) dan atau Pasal 6 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany ini diduga melakukan pencucian uang dari hasil tindak pidana korupsi, di antaranya tindak pidana korupsi Alkes Banten dan Tangsel.(Rus)

Diperbarui Jumat, 06 Januari 2017 04:26
Darussalam J. S

Memulai karir jurnalistik pada tahun 2003 di harian Fajar Banten (sekarang Kabar Banten, grup Pikiran Rakyat). Pernah bekerja di Global TV selama 2005-2013 dan di Info TV selama setahun. Darussalam juga pernah menerbitkan buku jurnalistik berjudul, "Korupsi Kebebasan, Kebebasan Terkorupsi". Kemudian dia mendirikan situs berita Banten Hits, 11 Februari 2013.

Ayoo Berlangganan Berita Kami