id

HUT RI, Warga Gerem Cilegon Kibarkan Bendera Setengah Tiang

By  Agu 17, 2016 | 15:50
Bendera setengah tiang dikibarkan warga Kelurahan Gerem, Cilegon yang tempat tinggalnya dirobohkan petugas. Bendera setengah tiang dikibarkan warga sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap Pemkot Cilegon. (Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Banten Hits - Disaat bendera merah putih berkibar di ujung tiang rumah-rumah warga, perkantoran, dan tempat-tempat lainnya dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Pemandangan tersebut justru berbeda dengan bendera yang dipasang warga, di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Rabu (17/8/2016).

Sebuah bendera merah putih yang dipasang pada sebuah tiang dengan latar belakang puing-puing bangunan di wilayah tersebut, justru dipasang setengah tiang.

Sri Hastuti, salah seorang warga mengaku, pemasangan bendera yang menyimbolkan rasa berkabung tersebut sengaja dipasang sebagai bentuk keprihatinan terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, yang dianggap menindas masyarakat kecil dengan cara merobohkan bangunan yang sudah berpuluh-puluh tahun ditempati warga Kramat Raya dan Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem.

”Sedih melihat orang-orang saat bisa merayakan hari kemerdekaan dengan suka cita. Tapi, berbeda dengan kami yang justru masih merasakan penindasan," tutur Sri.

Sri yang juga mendirikan tenda alakadarnya sebagai tempat tinggal bersama keluarganya mengaku, tak tahu akan berapa lama hidup di antara puing-puing bangunan.

”Kami bukan tidak mau digusur, tapi bukan seperti itu caranya. Kami juga bingung mau kemana setelah bangunan hancur dirobohkan," keluhnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia dan anggota keluarganya terpaksa mengumpulkan sisa-sisa material bongkaran yang bisa untuk dijual. Salah satunya seperti batu bata yang ia hanya bisa jual seharga dua ratus rupiah per buah.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Yanto. Pembongkaran membuat ia kehilangan mata pencaharian, lantaran usaha tambal ban miliknya juga ikut rata dengan tanah.

”Pemkot hanya bisa main bongkar saja, tapi tidak memberikan solusi kepada kami," kata Yanto dengan nada kesal.(Nda)

Iyus Lesmana

Pernah bekerja untuk sejumlah stasiun televisi nasional dan internasional seperti Global TV dan BBC News. Pengalaman luar biasa yang pernah dialaminya ketika membuat laporan untuk BBC News di laut lepas Selat Sunda terkait imigran gelap. Bergabung di situs berita Banten Hits sejak 2013.