GAYA HIDUP

Siapa yang tidak tahu kencur? Salah satu bumbu dapur yang satu ini tentu banyak kita temukan di dapur rumah tangga karena biasanya dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga sebagai bahan atau bumbu masakan terutama dalam memasak masakan tradisional.

Pada zaman dulu, salah satu jenis tanaman obat yang mempunyai nama latin (Kaempferia galanga) ini lazim dikonsumsi sebagai obat sakit tenggorokan.

Tak hanya mempunyai segudang khasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, tanaman yang hidup diantara daerah dataran rendah atau juga pengunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak mengandung air ini juga dipercaya berkhasiat untuk membuat kulit wajah terlihat awet muda.

Salah satunya seperti yang dikatakan, Ina (43). Warga Kampung Sukamanah RT03 RW01, Kecamatan Baros, Kabupaten Pandeglang ini mengaku, dalam satu minggu biasa mengkonsumsi 1 kilogram Kencur.

Ina mengaku, kebiasaanya mengkonsumsi kencur tersebut sudah menjadi hal yang rutin dilakukan. Menurutnya, dengan mengkonsumsi Kencur, ia merasa stamina tubuhnya lebih bugar.

"Lebih sehat dan bugar, serta tidak tidak mudah terserang penyakit," ujar Ina.

Tak hanya membuat tubuh bugar dan mencegah berbagai penyakit, salah satu alasan mengapa dirinya rajin mengkonsumsi kencur adalah khasiatnya yang membuat kulit wajah terlihat awet muda.

"Kulit kita bisa lebih terlihat awet muda, terutama wajah," akunya.

Lalu bagaimana jika mengkonsumsi kencur dalam jumlah banyak? Apakah mempunyai efek sampaing yang tidak baik bagi tubuh kita?.

Ketua Peneliti Kesehatan Tradisional di Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr Satriawati menjelaskan, bahwa, mengkonsumsi kencur dalam jumlah banyak sama sekali tidak berbahaya bagi tubuh. Kencur justru sangat baik dikonsumsi bagi manusia untuk membantu mencegah datangnya berbagai penyakit.

"Tidak bahaya, justru bagus untuk menyehatkan tubuh terutama setelah beraktivitas seharian. Umumnya, orang yang rajin mengkonsumsi kencur akan merasakan khasiatnya yakni jarang sekali mudah terserang penyakit. Kencur juga bagus untuk merawat dan menjaga kulit tubuh," paparnya.

Nah, kalau sudah tahu manfaat dan khasiatnya, sepertinya tidak ada salahnya kalau kita rajin mengkonsumsi tanaman atau tumbuhan tradisonal untuk menjaga kesehatan dan keindahan kulit tubuh dari dalam. Selain banyak manfaatnya untuk tubuh, tanaman tradisional juga sangat kecil efek sampingnya. (Nda)

Mematikan handphone berjam-jam bahkan sampai berhari-hari biasanya akan bisa dilakukan oleh seorang wanita saat ia membutuhkan ketenangan. Umumnya, wanita akan mematikan handphonenya setelah ia bertengkar dengan pasangannya atau bisa jadi ada sesuatu hal yang tidak disukai dari sang kekasih.


Namun, tidak selamanya, mematikan handphone adalah cara wanita menunjukkan kejengkelan kepada pasangannya. Dibalik itu, mematikan alat komunikasi juga dilakukan karena ingin tahu seberapa besar sebenarnya usaha sang kekasih mencari dirinya saat alat komunikasi sedang tak bisa diandalkan dan seberapa berartinya ia di mata pasangannya. Terlebih lagi sedikit mengharapkan jika kekasihnya mengucapkan "Kamu kemana aja sih, kamu tau enggak kalau kamu itu berarti banget buat aku"

"Jarang sih, kecuali emang udah bener-bener jengkel. Dari pada ngomong kemana-mana terus malah enggak kontrol, kan lebih baik matiin handphone terus nenangin diri dulu," tutur Eni.

Salah satu alasan kenapa dara berkacamata ini mematikan handphonenya adalah jika sang kekasih seolah-olah cuek alias sangat jarang memberikan kabar.

"Minimal kasih kabar, karena sesibuk apapun pasti kalau cowo itu care dan sayang sama cewek nya bakal nyempetin ngabarin. Kalau udah cowo nya cuek apalagi pas kita hubungin kesannya juga cuek, pasti cewek itu bete, jengkel jadinya," kata wanita yang mempunyai hidung mancung ini.

Menurutnya, disaat wanita mematikan handphonenya, sebenarnya saat itulah wanita ingin mengetahui apakah pria berusaha mencari atau malah biasa-biasa saja. Saat kekasihnya tak bisa dihubungi melalui handphone, pria yang peduli pasti akan berusaha dengan berbagai cara untuk bisa menemui sang pujaan hatinya.

"Pada dasarnya, wanita itu kan pengennya dapat perhatian lebih. Sebenernya kalau cewek lagi matiin handphone itu, dia (cewek-red) pengen tau seberapa pentingnya sih dia dimata cowoknya," ucapnya.

Alasan untuk menenangkan diri karena kesal dengan ulah pasangannya juga diutarakan Ira. Salah satu hal yang membuat wanita berparas cantik ini menonaktifkan handphone nya karena merasa dibohongi oleh pasangannya.

"Paling enggak suka tuh, pasti langsung dimatiin. Lama atau enggak nya tergantung kuatnya aja, bisa berhari-hari juga, entar kalau udah tenang udah adem marahnya baru diaktifin lagi," kata wanita yang punya hobi nonton ini.

Namun kata dia, wanita bisa akan tambah jengkel saat kekasihnya justru tidak berusaha mencarinya.

"Handphone mati bukan berarti enggak ada jalan lain dong. Kalau cowok nya serius, banyak kok caranya buat usaha nemuin," imbuhnya. (Uud)

Aria Dirgantara (11) bocah yang baru duduk di bangku kelas 1 MTS Negeri Cilegon, dengan gebukan drumnya berhasil memukau audiens penikmat irama musik metal yang digelar dalam rangkaian Hari Musik di eks Pendopo Gubernur, Jalan Brigjen KH Syam'un, Kota Serang, Selasa (24/3/2015).

Banten Hits.com - Meski harus mengikuti serangkaian olah beban, namun Angga (36), seorang pengusaha terkemuka di Kota Cilegon terlihat bersemangat. Dengan ear phone yang terpasang di telinganya, Angga menikmati alunan musik dari telepon genggamnya sambil mengikuti serangkaian latihan di ASA Sport Center, sebuah pusat kebugaran yang berada di Lingkungan Jombang, Kecamatan Jombang Wetan, Kota Cilegon, Minggu (8/03/2015) siang.

Banten Hits.com - Ada yang berbeda ketika melintas di Jalan Berhias, sepanjang pinggir Sungai Cisadane, Kampung Kali Pasir, Kota Tangerang. Yang membuat berbeda adalah konsentrasi sekelompok anak muda yang menamakan diri untuk kegiatannya: Tangerang Street Art Festival (TSAF).

Sebuah dinding sepanjang 15 meter dengan lebar 10 meter yang merupakan dinding sarang burung walet, dijadikan kanvas oleh puluhan anak-anak muda. Dengan menggunakan steger yang dipasang berderet menjulang, anak-anak muda Tangerang menuangkan kreasinya di atas dinding.

Banten Hits.com - Suporter sepak bola di Indonesia memang tidak luput dari penilaian miring masyarakat, khususnya para pecinta sepak bola tanah air, sebut saja seperti aksi rusuh saat pertandingan berlangsung sampai kepada aksi tawuran antar suporter yang tak jarang menelan korban jiwa.

Ayoo Berlangganan Berita Kami