GAYA HIDUP

Eksistensi Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) yang terus menggelorakan semangat literasi di Kabupaten Lebak memang patut diapresiasi. Kiprahnya yang tak hanya berkreasi dalam musik, namun terus berupaya membangkitkan minat baca kepada anak-anak terus digelorakan hingga ke sejumlah pelosok Desa seolah tak pernah padam.

Museum Nasional Banten yang berlokasi di gedung eks Pendopo Banten, Jalan Brigjen KH Syam'un, Kota Serang, Sabtu (19/9/2015) ramai oleh para profesional dari berbagai profesi seperti jurnalis, fotografer, sampai dosen.

Kiprah Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Lebak tak hanya sebatas mencipta lagu. Mereka meleburkan diri pada misi kemanusiaan yang paling dasar: mencerdaskan anak bangsa. Alih-alih berkutat dengan lagu, KPJ  Lebak memilih mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) KPJ. Tujuannya satu, menularkan semangat baca pada anak-anak di kabupaten yang memiliki slogan Lebak Cerdas ini.

Minggu (6/9/2015) menjadi penanda awal gerakan #SayangBanten. Ratusan massa terlihat guyub, memegang sapu, pengki dan kantong sampah. Mereka menyisir sampah di sekitar eks Pendopo Gubernur Banten, Jalan Brigjen KH Syam'un, Kota Serang.

Suara salawat mengalun dari panggung halal bihalal di Markas Polda Banten, Rabu (5/8/2015). Salawat dilantunkan oleh grup marawis. Yang menarik, grup marawis ini tak mengenakan gamis ala Arab. Mereka berpakaian lengkap kesatuan Kopassus, Brimob, dan Yonif 32.

Perempuan asal Korea berkebangsaan Amerika, mencari kehidupan yang penuh makna kasih sayang. Setelah berkeliling ke beberapa tempat di Indonesia, ia memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya di Baduy.

Ayoo Berlangganan Berita Kami