GAYA HIDUP

Pengaruh teknologi berlangsung massif. Kebiasaan bermain gadget, misalnya, kini telah melanda anak-anak di pelosok-pelosok kampung. Budaya lokal yang dulu diwariskan secara turun temurun, perlahan mulai terkikis, lalu hilang sama sekali. Generasi "modern" pun perlahan dihinggapi budaya serba cepat.

Stigma kriminal, narkoba, kekerasan dan berbagai cap negatif lainnya masih melekat pada tatto. Pandangan keliru tersebut umumnya beredar di sebagian masyarakat yang masih awam dengan tatto. Lalu, apa sebetulnya tatto dan bagaimana cara membuat tatto yang indah dan tentunya aman bagi kesehatan?

Banten Hits - Memasuki usianya yang ke-20, Komunitas Sastra Indonesia (KSI) akan menggelar kongres KSI III yang akan berlangsung pada 8-10 Januari 2016 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Direncanakan, Kongres tersebut akan dibuka Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Selain memilih pengurus KSI periode 2016-2019, Kongres juga akan diisi seminar sastra nasional dengan tema “Kembali ke Literasi: Peta dan Prospek Penerbitan Komunitas Sastra di Indonesia”.

Mereka adalah anak-anak muda yang luar biasa, berani keluar dari zona nyaman dan kungkungan budaya pop yang tengah menggila. Alih-alih memanjakan keinginan dengan wara wiri di pusat belanja atau dunia hiburan, mereka menempuh jalan terjal: mengunjungi pelosok Indonesia untuk mengajar.

Mempelajari ilmu bela diri memang sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Selain memang menyehatkan bagi tubuh, menguasi ilmu bela diri dipandang perlu oleh banyak orang untuk mengantisipasi tindakan kejahatan yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Panitia Festival Film Indonesia (FFI) dengan Pemerintah Provinsi Banten telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) menggelar FFI di Banten. Penandatanganan dilakukan di bekas Pendopo Gubernur Banten yang kini menjadi Museum Banten.