Ekonomi & Bisnis

Budidaya Jamur Merang di Tangsel Menjanjikan

Written by Rie Rihana on .

Banten Hits.com - Setelah sukses mengembangkan budidaya jamur tiram di sejumlah tempat, kelompok tani di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menjajal inovasi dengan membudidayakan jamur merang.

Meski baru menjajal, inovasi budidaya jamur merang itu terbilang sukses. Pada  uji coba pertama di dua kumbung (rumah-rumahan tempat budidaya jamur-red), diperkirakan omset sebesar Rp 7 juta sudah bisa dikantongi dalam setiap kali panen.

Hutan Kota Jombang dipilih sebagai lokasi uji coba budi daya jamur yang terkenal mahal itu.

Dua kumbung yang masing-masing hanya memiliki luas 4x6 meter itu, dijadikan sebagai tempat berkembang biaknya jamur.

Dari hasil uji coba pertama, kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Tangsel berhasil memanen 400 kilogram jamur merang.

“Setelah 18 hari ditanam, hari ini (12/06), kita berhasil memanen 200 kilogram jamur merang ditiap kumbungnya. Jika kita memiliki dua kumbung, berarti ada 400 kilogram yang berhasil kita panen,” ujar Wirya Admawijaya, Kepala Bidang KTNA Kota Tangsel.

Wirya mengatakan, jamur yang baru diujicoba budidayanya di Kota Tangsel ini, memiliki harga jual yang lebih tinggi daripada jenis jamur lainnya. Satu kilogram harga jamur merang, dihargai sebesar Rp. 25 hingga Rp. 30.000 per kilogramnya.

"Sangat tinggi jika dibandingkan jamur tiram yang hanya Rp. 13.000. Sedangkan peminatnya, terutama di Tangsel, sangat besar,” tutur Wirya.

Jika melihat dari hasil panen pertama, dari modal sebelumnya Rp 5.000.000, petani jamur merang bisa menghasilkan omset Rp 7.000.000 per setiap kali panen.

Dengan berhasilnya panen pertama jamur merang ini, Wirya yakin jamur eksklusif itu akan subur ditanam di kawasan Tangerang Selatan.

“Ini akan jadi budi daya baru dan saya optimis bisa berkembang subur di Kota Tangsel,” ujar Wirya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kota Tangsel, Fahmi mengatakan pihaknya tidak akan melakukan transaksi jual beli terlebih dulu hasil panen pertama jamur merang ini, karena masih akan melakukan evaluasi apa yang kurang dan harus dikembangkan.

“Ya tidak akan dijual dulu, biar dinikmati oleh mereka para petani. Selanjutnya kami akan evaluasi hasilnya,” ujar Fahmi.

Fahmi menegaskan pihaknya akan terus mempertahankan lokasi ujicoba budi daya jamur merang yang ada di lokasi hutan Kota Jombang. Malahan rencananya akan dikembangkan dan diperluas area budi dayanya. (Rie)

Share