id

Mengintip Transformasi Bajigur dan Leunca Hasil Kreativitas Mahasiswa UPH

By  Nov 06, 2017 | 09:17
Kegiatan Food Explore ke-10 di Universitas Pelita Harapan.(Banten Hits/ Yogi Triandono)

 

Buat orang Sunda, bajigur mungkin sudah tidak asing. Di tangan mahasiswa-mahasiswa Fakultas Sains and Technology Jurusan Teknologi Pangan Teknologi Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, minuman tradisional khas masyarakat Sunda yang terbuat dari gula aren dan santan bertransformasi jadi esgurha alias es krim bajigur hangat. 

Tak hanya bajigur, mahasiswa Teknologi Pangan UPH juga berhasil menyulap selai, labu siam dan leunca menjadi penganan modern berkelas bernama sellam. Lalu, ada juga po-chips alias pohpohan and okra chips. Snack berbahan dasar daun pohpohan ini tampil eksklusif lewat packaging yang menarik.  

Berbagai kreativitas kuliner tersebut dipamerkan Food Explore ke-10 yang diselenggarakan di Rumah Inovasi, depan Gedung D UPH, Tangerang, akhir Oktober 2017 lalu. 

Acara yang inspiratif ini diikuti 19 peserta, di mana setiap peserta harus mampu menyajikan minimal satu jenis kuliner sehat dan inovatif.

Ketua Program Studi Teknologi Pangan W. Donald R. Pokatong mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah praktik dari pembekalan yang didapat dalam sebuah pembelajaran di jurusan teknologi pangan.

"Sebenarnya kegiatan ini sudah mendapatkan pembekalan di kelas. kemudian mereka ingin lebih mewujudkan dengan berkreasi dan berinovasi untuk bahan pangan," jelasnya.

Selain praktik dari sebuah pembekalan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas sehingga mahasiswa mampu menghasilkan produk kreatif yang berkualitas.

"(lewat) rumah inovasi ini kita memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan produk yang belum dibuat oleh siapa pun. Mereka yang dengan teori dan praktikum yang sudah didapatkan mereka berkreasi dan berinovasi," tambah Donald.

Demi meningkatkan produk yang sudah dibuat, pihak UPH juga bekerjasama dengan beberapa industri pangan. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa teknologi pangan UPH agar berguna di masa yang akan datang.

"Dua tahun terakhir ini kita bekerjasama dengan industri pangan bagaimana industri pangan merespon hal ini daripada industri mengembangkan sendiri. Tapi di sini idenya yang kita munculkan. Industri yang kita ajak bekerjasama adalah orang tua group, yakni Nutrifood dan Indofood," urainya.

Selain melibatkan mahasiswa teknologi pangan, kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual UPH. Berkat sentuhan desain pada bungkus kemasan, berbagai makanan tradisional siap tinggal landas go internasional.(Rus)

 

Yogi Triandono

Pria asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang ini memulai karir jurnalistik di Banten Hits. Dia menekuni dunia jurnalistik sesuai disiplin ilmu yang diperoleh semasa kuliah di Universitas Budi Luhur. Yogi juga memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia seni dan sastra.