id

Normalisasi Sungai, Pemkot Tangerang Siapkan Amphibi dan Spider Excavator

By  Des 26, 2016 | 11:56
Foto: Humas Pemkot Tangerang

Kota Tangerang - Persoalan banjir yang terjadi hampir setiap tahun di Kota Tangerang memerlukan penanganan yang tepat. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan berbagai upaya guna meminimalisir banjir yang sebagian besar diakibatkan karena meluapnya kali. Mulai dari penurapan kali, pembangunan saluran air yang memadai, serta normalisasi kali dan situ.

 

Khusus untuk normalisasi kali dan situ, hal ini dinilai sangat mendesak untuk dilakukan di samping usaha penurapan. Mengingat kondisi kali dan situ di Kota Tangerang yang telah mengalami sedimentasi di beberapa titik, sehingga ketika musim hujan datang debit air yang bertambah tidak bisa ditampung oleh kali maupun situ yang sudah mengalami pendangkalan, yang pada akhirnya meluap dan membanjiri permukiman warga.

Untuk itu, dalam beberapa tahun terakhir Pemkot Tangerang juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) untuk membantu menyelesaikan normalisasi kali dan situ terutama yang dikelola oleh pemerintah pusat seperti Kali Cisadane dan Kali Angke.

Tercatat, pada tahun 2016 pemerintah Kementerian PU Pera telah melakukan normalisasi Kali Cisadane sepanjang 5 km dari target 26 km dengan biaya konstruksi mencapai Rp250 Miliar. Dan khusus untuk kali-kali kecil secara bertahap Pemkot Tangerang juga telah melakukan normalisasi di beberapa titik, namun karena terbatasnya peralatan maka normalisasi tersebut kurang optimal.

“Selama ini normalisasi masih terkendala pada lokasi yang tidak terakses oleh alat berat, makanya progresnya agak lambat karena masih manual dan menggunakan tenaga manusia dan peralatan seadanya,” kata Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah.

Untuk menanggulangi hal itu, Pemkota Tangerang telah membeli Amphibi Excavator dan Spider Excavator untuk mengeruk sedimentasi di sungai yang tidak bisa diakses oleh alat berat. Selain bisa beroperasi di kali yang kecil, Amphibi Excavator juga bisa beroperasi baik di darat maupun di tempat basah. Sementara, Spider Excavator juga mempunyai kelebihan pada kaki-kaki ekskavator yang bisa menjangkau ke sungai karena bentuknya yang mirip laba-laba.

“Dimensinya cukup kecil, diharapkan bisa masuk ke kali-kali yang lebih kecil,” terang Kabid Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Tangerang, Taufik Syahzeni.

“Kalau yang spider kaki-kakinya bisa menjangkau ke sungai. Kali-kali yang sulit dijangkau oleh alat berat biasa bisa ditangani oleh kedua alat tersebut,” sambungnya.

Taufik menjelaskan, kali-kali yang dibersihkan hanya yang memiliki akses lebih dan ada jalan inspeksi dan sungainya ukurannya besar.

“Diharapkan dengan alat-alat ini bisa dikerjakan, meskipun medannya sulit karena tidak ada jalan inspeksinya,” jelasnya.

“Selama ini pakai tim pemeliharaan secara manual, jadi diharapkan dengan alat ini normalisasi kali bisa lebih lebih efisien dan cepat,” pungkasnya.(Nda)

Ayoo Berlangganan Berita Kami