id

Ayo Saksikan Golok Day, Festival Budaya di Tanah Jawara

By  Apr 27, 2017 | 17:54
Golok Day Festival di Kota Cilegon akan digelar 29-30 April 2017. (Istimewa)

Cilegon - Golok merupakan salah satu senjata tradisional. Sejak zaman dulu, golok menjadi bagian dari kehidupan masyarakat karena fungsinya untuk membantu pekerjaan sehari-hari, umumnya selalu digunakan oleh para masyarakat petani yang hendak berkebun.

Dalam setiap atraksi para pendekar pencak silat, golok menjadi salah satu senjata yang digunakan. Keberadaannya tentu saja harus terus dijaga dan dilestarikan. Tak terkecuali di Provinsi Banten. Apalagi Banten merupakan daerah yang dikenal dengan Tanah Jawara. Tentu saja, golok dan jawara menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen menjaga dan melestarikan senjata tradisional warisan leluhur tersebut. Komitmen ini dengan mendukung penuh Festival Golok Day yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang akan berlangsung di halaman kantor wali kota Cilegon, 29-30 April 2017.

Festival ini menjadi upaya Pemkot Cilegon ikut melestarikan senjata tradisional. Event yang digadang-gadang akan menarik banyak wisatawan ini diyakini akan mampu mendongkrak potensi wisata budaya di Banten, terutama di kota yang berjuluk Kota Baja tersebut. Golok Day Festival tahun ini memiliki serangkaian kegiatan eksklusif seperti Seminar Golok, Coaching Clinic Pembuatan Senjata, Demo Penggunaan Senjata, Pawai Pendekar, Festival Pencak Silat Nusantara, Golok Day Award dan Pameran Pusaka Nusantara.

Ketua Pelaksana Golok Day 2017, Jamhari Sakti menjelaskan, event yang merupakan salah satu rangkaian dari HUT ke-18 Kota Cilegon ini merupakan upaya Pemkot Cilegon menjaga kekhasan golok warisan dari leluhur masyarakat Banten. Sebelumnya, puluhan pendekar berziarah ke makam mantan orang nomor satu di Kota Cilegon Tb Aat Syafaat (alm).

“Beliau merupakan pencetus Golok Day pertama.” kata Himpunan Pendekar Persilatan Banten (HPPB) ini.

Selain golok khas Banten, seperti Golok Sulangkar peninggalan suku adat Baduy Kabupaten Lebak dan Ciomas Kabupaten Serang, bukan berarti hanya golok khas Cilegon saja yang akan dimunculkan dalam agenda kebudayaan tersebut, penyelenggara juga mengundang para perajin khas Banten Selatan dan Banten Utara.

Promosi Wisata Atraksi Budaya

Sebagai leading sector pariwisata di Provinsi Banten. Dinas Pariwisata (Dispar) Banten akan terus mendukung kegiatan atraksi budaya di Banten, salah satunya Golok Day.

Kepala Dispar Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, Golok Day merupakan kegiatan yang menjadi salah satu ikon yang dapat mengangkat potensi seni budaya dan pariwisata di Kota Cilegon.

“Kita akan dukung kegiatan ini melalui promosi event di sosial media maupun cetak. Meski hajat Kota Cilegon, namun esensinya ini milik bersama. Kita berharap kegiatan ini juga dapat mendorong banyak wisatawan untuk datang pada acara tersebut,” katanya.
 
Terdapat beberapa rangkaian yang dilaksanakan dalam event kedua tersebut seperti seminar golok yang akan menghadirkan para pemateri seperti Dr. Sumiarto Aji, dosen Sejarah Antropologi Universitas Indonesia (UI) yang secara khusus mempelajari mengenai sejarah golok di Indonesia, Master Pembuat Senjata Kang Aken Sutra Sukendar dari Indonesian Blade Community dan dari Kasepuhan Golok Ciomas.

Di tahun sebelumnya, pelaksanaan kegiatan Festival Golok Day yang merupakan festival budaya dalam rangkaian HUT ke-17 Kota Cilegon telah berhasil mencatatkan rekor MURI dengan jumlah 1.100 pendekar. Selain berhasil mencatatkan rekor MURI, Festival Golok Day juga telah berhasil memperkenalkan “Golok Cilegon” buatan salah seorang pendekar di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

Dengan demikian, Provinsi Banten yang sebelumnya memiliki dua jenis golok khas yang sangat terkenal diIndonesia, bahkan dunia yakni Golok Ciomas dan Golok Cilangkahan kini bertambah menjadi tiga dengan hadirnya Golok Cilegon.

Jadi buat anda yang masih bingung menentukan libur akhir pekan akan ke mana, datang dan saksikan festival ini. Sambil mengisi waktu libur, sekaligus menambah wawasan tentang kebudayaan dan ikut melestarikannya. Jadi, jangan lupa catat tanggalanya.(ADVERTORIAL)