id

DBMSDA Kota Tangerang Kerahkan Amphibi dan Spider Excavator Keruk Sedimentasi Sungai

By  Des 28, 2016 | 10:58
Foto: Humas Pemkot Tangerang

Banten Hits - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) terus melakukan berbagai upaya guna menanggulangi terjadinya banjir yang disebabkan luapan kali. Dimulai dari penurapan, pembangunan saluran air yang memadai dan normalisasi kali dan situ.

Selain penurapan, normalisasi kali dan situ merupakan salah satu prioritas pemerintah yang harus dan cepat dilakukan. Hal ini mengingat, kondisi kali dan situ yang telah mengalami sedimentasi di beberapa titik. Hal ini mengakibatkan, saat musim hujan kali dan situ tak lagi bisa menampung debit air.

Di beberapa titik khusunya kali-kali kecil, Pemkot Tangerang telah melakukan uapaya normalisasi. Namun, proses ini pun bukan tanpa kendala. Salah satunya dikarenakan lokasi kali yang memang tidak bisa dijangkau oleh alat berat.

Guna mengatasi hal tersebut, DBMSDA Kota Tangerang akan mengerahkan Amphibi Excavator dan Spider Excavator untuk mengeruk sedimentasi di sungai yang tidak bisa diakses oleh alat berat tersebut.

"Kalau selama ini pemeliharaan dilakukan secara manual maka dengan menggunakan dua alat ini kita harapkan proses normalisasi kali bisa lebih cepat dilakukan," kata Kabid SDA DBDMSDA Kota Tangerang, Taufik Syahzeni.

Tak hanya mampu beroperasi di kali kecil, Amphibi Excavator juga bisa beroperasi di darat maupun di tempat-tempat basah. Sementara, Spider Excavator dinilai mempunyai kelebihan. Kaki-kaki pada Spider Excavator akan mampu menjangkau ke sungai karena bentuknya yang mirip dengan laba-laba.

“Dimensinya cukup kecil, untuk itu diharapkan bisa masuk ke kali-kali yang lebih kecil,” jelasnya.

“Jadi, Kali-kali yang sulit dijangkau oleh alat berat biasa akan bisa ditangani oleh kedua alat ini," sambungnya.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, kali-kali yang dibersihkan hanya yang memiliki akses lebih dan mempunyai jalan inspeksi dan sungai berukuran besar.

“Meski medannya sulit karena tidak ada jalan inspeksi, tapi dengan alat ini diharapkan bisa dilakukan," katanya.(ADVERTORIAL)

Ananda Deni

Memutuskan pilihan hidup sebagai jurnalis setelah masa-masa kuliahnya dulu dihabiskan dalam dunia pergerakan kampus. Pernah aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan bergabung dengan situs berita Banten Hits pada 2013.

Ayoo Berlangganan Berita Kami