id

Pemkab Gagas Sekolah Mandiri Wujudkan Pandeglang Cerdas 2020

By  Des 07, 2016 | 14:48
Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat berbincang dengan anak-anak di SD Tanjungan, Kecamatan Cikeusik. (Dok. Instagram/ irnacenter)

Banten Hits - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) pada tahun 2017 menggagas Program Sekolah Mandiri. Program ini bertujuan untuk mengentaskan angka putus sekolah di kabupaten yang dipimpin Irna Narulita-Tanto Warsono Arban.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, selain agar persoalan angka putus sekolah bisa ditangani, Program Sekolah Mandiri merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Pandeglang Cerdas di tahun 2020.

"Insya Allah. Melalui Sekolah Mandiri saya harap tidak ada lagi anak-anak di Pandeglang yang tidak mengenyam pendidikan maupun putus sekolah. Saya menginginkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pandeglang meningkat agar mampu bersaing di tingkat Asean," terang Irna.

Untuk pengembangan pendidikan, Dinas Pendidikan Pandeglang akan menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai pendamping dalam berbagai proses pendampingan, mulai dari pendampingan pembelajaran hingga pendampingan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

"Sudah masuk ke agenda 2017. Kita mulai susun di tahun itu. Nanti grand desainnya seperti apa itu dari UPI yang akan mengatur. Termasuk soal aksesbilitas anak-anak sekolah untuk menemukan rata-rata lama sekolah. Misalnya, kelas dua sampai kelas tiga nanti dihitung untuk menemukan angka, data dan fakta sebagai dasar Dinas Pendidikan Pandeglang dalam angka 2017," kata Kadindik Pandeglang, Salman Sunardi.

Sekolah Mandiri ini kata Salman untuk mengcover anak-anak yang tidak bersekolah di sekolah dasar maupun sekolah-sekolah lainnya. Meski non formal, Sekolah Mandiri ini mengakses kurikulum SD, SMP dan SMA.

"Untuk targetnya, itu tergantung pada pola dan angka dasar. Misalnya, angka dasarnya yang tidak sekolah ada 500, itu target, 500 itu per jenjang pendidikannya berapa-berapa. Kita dorong angka 500 itu agar menurun, APM bisa tercover APK bisa terdata," jelasnya.

"Kita bentuk administrasi dan payung hukumya. Kita juga perlu melakukan berbagai kajian secara empirik, akademis dan sosial agar satu sama lain bisa saling mendukung dan Sekolah Mandiri ini bisa berjalan sesuai dengan visi misi ibu bupati. Pengajar-pengajarnya pun akan kita ambil dari sekolah-sekolah yang mumpuni di pelajaran dan dekat dengan lokasi Sekolah Mandiri," terangnya.

Sekolah Mandiri ini nantinya akan ditempatkan di sejumlah wilayah yang memang memiliki banyak anak putus sekolah. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Mandiri tetap berjalan meski jumlah siswa yang sedikit.

"Kita lakukan sensus terlebih dahulu di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT)," ucapnya.

"Pelaksanaanya sore sampai malam hari. Walaupun hanya ada 5 orang Sekolah Mandiri tetap berjalan, KBM tetap dilakukan. Jadi di tahun 2017 itu kita harapkan semua kebutuhan sarana maupun prasarananya sudah siap agar di 2018 bisa dilaksanakan sehingga pada tahun 2020 Pandeglang Cerdas terwujud," paparnya.(ADVERTORIAL)

Ananda Deni

Memutuskan pilihan hidup sebagai jurnalis setelah masa-masa kuliahnya dulu dihabiskan dalam dunia pergerakan kampus. Pernah aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan bergabung dengan situs berita Banten Hits pada 2013.